Sektor pariwisata saat ini menjadi salah satu investasi penting yang ada di Bali. Banyak hotel, villa, dan infrastruktur yang lain dibangun untuk mendukung investasi di sektor pariwisata. Tidak salah memang jika itu dilakukan karena memang pariwisata menyumbang bagian yang signifikan untuk PAD Bali. Pajak hotel, pajak restoran, dan pajak air tanah merupakan salah satu pos penting yang dipergunakan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Pariwisata juga mampu mengenalkan budaya dan adat istiadat masyarakat lokal Bali. Tentu saja keindahan alam bali juga ikut dapat dinikmati oleh wisatawan.
Selain itu, pariwisata tentu saja banyak menyerap tenaga kerja. Baik itu pekerja di sektor formal ataupun informal. Dalam hal ini secara tidak langsung pariwisata telah menggerakkan ekonomi lokal di Bali.
Salah satu elemen yang sangat penting dalam perkembangan sebuah destinasi pariwisata adalah adanya fasilitas dan kemudahan yang baik bagi wisatawan untuk mendapatkan informasi yang lengkap tentang destinasi pariwisata yang akan dikunjunginya. Informasi tersebut meliputi kebutuhan-kebutuhan wisatawan mulai dari saat wisatawan di tempat asalnya, pada saat berada di destinasi pariwisata, hingga kembali ke tempat asalnya. Bagi sebuah destinasi pariwisata hal ini akan sangat berpengaruh kepada kesiapan destinasi pariwisata tersebut dalam memenuhi kebutuhan wisatawan terhadap informasi, komunikasi dan teknologi. Memanfaatkan perkembangan informasi, komunikasi, dan teknologi di dalam sebuah destinasi pariwisata akan mempercepat dan memberi kepraktisan dalam memasarkan serta mengembangkan destinasi pariwisata. Menghubungkan seluruh sektor yang berkepentingan dalam industri pariwisata dalam bentuk informasi, komunikasi dan teknologi secara cerdas yang dapat diakses secara umum disebut juga Smart Tourism.
Bali sebagai destinasi pariwisata andalan di Indonesia, tentunya berkewajiban untuk memperhatikan sektor pariwisatanya.
Perkembangan informasi komunikasi dan teknologi secara global dan nasional, juga berdampak dan dirasakan di Bali.
Dalam rangka mencapai tujuan destinasi pariwisata Bali yang siap bersaing secara global, langkah yang harus dilakukan adalah bagaimana mengelola warisan Budaya Bali tersebut agar tetap lestari, dan juga bermanfaat bagi pariwisata, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
Pengelolaan yang baik dan benar adalah menyeimbangkan dua perbedaan prinsip mendasar yang sangat sulit untuk dilakukan. Prinsip pertama adalah kecenderungan pada pendekatan pengelolaan warisan budaya dengan berlatar-belakang konservasi sedangkan prinsip kedua adalah pendekatan pariwisata yang lebih cenderung menganggap bahwa warisan budaya adalah sebuah produk pada industri pariwisata. Kesulitan untuk membedakan kedua prinsip pengelolaan tersebut akan berimplikasi pada sering terjadinya kesalahan tentang pentingnya pengelolaan dan alasan pengelolaan warisan budaya tersebut. Tatkala alasan konservasi diajukan sebagai prinsip dasar pengelolaan, maka kendala yang paling dominan adalah kendala pembiayaan, sedangkan alasan produk terkendala oleh kekhawatiran terhadap kelestarian warisan budaya tersebut. Untuk menyatukan konsep yang berbeda inilah diperlukan pengelolaan yang mampu memadukan kedua prinsip dasar tersebut sehingga antara tujuan konservasi dan pemanfaatan dapat bertemu dalam keseimbangan.
Perekonomian Bali mengandalkan Industri Pariwisata sebagai sektor terdepan, yang bertumpu pada panorama alam dan di dukung dengan adat istiadat serta seni budaya. Potensi tersebut harus dilestarikan dan ditumbuh kembangkan, untuk mempertahankan Bali sebagai tujuan wisata dunia yang berkualitas. Branding Bali yang begitu kuat sebagai jendela pariwisata dunia, tidak mungkin akan terhindar dari ritme cepat globalisasi dengan segala tantangannya. Dibutuhkan kecerdasan baru dalam meningkatkan daya saing, melalui kreativitas dan kecepatan dalam pengambilan keputusan. Berbagai upaya harus ditempuh dalam rangka menyiapkan Bali sebagai aset destinasi pariwisata yang siap bersaing secara global untuk mempertahankan keunggulan Bali sebagai daya tarik tujuan wisata, seperti membangun budaya bersih sehingga Bali tetap terpelihara kebersihan dan mampu membebaskan Bali dari sampah, menjadikan Bali sebagai pembangunan green ekonomi.
Selain itu, pengembangan destinasi pariwisata, seperti pengembangan desa wisata, meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia, pengendalian dan pengawasan usaha sarana pariwisata, pemeliharaan dan pelestarian budaya (warisan budaya dunia) juga akan terus ditingkatkan baik kualitas dan kuantitasnya. Selanjutnya juga mengembangkan infrastruktur jalan menuju obyek wisata, meningkatkan akses jalan dan memperpendek jarak tempuh dengan membangun shortcut. Pengembangan transportasi baik melalui darat, laut dan udara, seperti rencana pembangunan kereta api, pelabuhan udara Bali utara. para pelaku pariwisata beserta seluruh masyarakat Bali bersama-sama, untuk bersinergi menjadi bagian penting untuk bisa memberikan kontribusinya yang nyata untuk memajukan pariwisata di Provinsi Bali. Dengan adanya keterlibatan seluruh jajaran, tentu akan dapat memperkaya ide dan gagasan dalam menjaga pariwisata Bali, pada masa yang akan datang.




